Sabtu, 13 Juni 2026

Pondok Pesantren Al-Muawanah Gelar Wisuda Tahfidz, Hifzul Mutun, dan Muwadda’ah Santri

Momen Khidmat dan Mengharukan: Pondok Pesantren Al-Muawanah Gelar Wisuda Tahfidz, Hifzul Mutun, dan Muwadda’ah Santri


TASIKMALAYA – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Al-Muawanah pada Kamis malam, 11 Juni 2026. Pondok pesantren ini sukses menyelenggarakan perhelatan akbar Wisuda Tahfidz Qur’an, Hifzul Mutun, dan acara Muwadda’ah (pelepasan) santri serta santriah tahun ajaran 2025/2026.

Kegiatan yang berlangsung di bawah langit malam tersebut menjadi puncak dari dedikasi para santri dalam mendalami ilmu agama selama masa menuntut ilmu di pesantren. Acara dimulai dengan prosesi wisuda bagi para santri yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an serta menghafal berbagai kitab matan (Hifzul Mutun), sebuah pencapaian yang membuktikan ketekunan mereka dalam memegang teguh tradisi keilmuan Islam.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran aparat pemerintahan setempat, termasuk Kepala Desa Sukanagara. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sukanagara menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangganya atas kelulusan para santri. Beliau menyampaikan bahwa keberadaan para wisudawan tahfidz dan hifzul mutun ini merupakan aset berharga yang akan membawa keberkahan, khususnya bagi kemajuan generasi muda di wilayah Desa Sukanagara.

Apresiasi mendalam juga datang dari Ketua Yayasan Al-Muawanah Tasikmalaya, U. Salim Alijly, MT. Dalam sambutannya, beliau memberikan pujian tinggi atas kerja keras para santri, asatidz, dan seluruh pengurus yang tiada henti membimbing hingga mencapai titik ini.

"Yayasan akan terus berkomitmen dan mendukung penuh pemenuhan fasilitas serta mutu pendidikan di Pondok Pesantren Al-Muawanah. Kami sangat mengapresiasi capaian luar biasa malam ini. Semoga ilmu, hafalan Al-Qur'an, dan pemahaman matan kitab yang telah diraih bisa menjadi pondasi kokoh bagi para santri untuk menghadapi tantangan zaman," ungkap U. Salim Alijly, MT.

Suasana semakin khidmat saat pengasuh Pondok Pesantren Al-Muawanah, U. Rahmat Sodikin, S.Pd.I, menyampaikan wejangan dan pesan mendalam kepada para wisudawan. Beliau menekankan bahwa gelar yang disandang malam ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian nyata kepada masyarakat dan umat.

"Malam ini adalah bukti nyata dari ikhtiar panjang dan cucuran keringat para santri dalam menuntut ilmu. Kami selaku pengasuh berpesan, jagalah hafalan dan akhlak kalian di luar sana. Jadikan Al-Qur'an dan kematangan ilmu mutun ini sebagai lentera yang menerangi jalan kehidupan kalian, serta jadilah rahmat dan penyejuk di tengah-tengah masyarakat," tutur beliau di hadapan para orang tua santri yang hadir dengan mata berkaca-kaca.

Kemeriahan acara malam itu semakin memuncak saat pihak pesantren mengumumkan para peraih penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kualitas hafalan para santri. Untuk kategori Wisuda Tahfidz Qur'an, diberikan penghargaan berdasarkan nominasi Ahfadz (Hafalan Terbanyak) yang diraih Sipa Napila, Ajwad (Kualitas Bacaan Terbaik) diraih Agnia Rahmani Soibah, Aqwa (Ketahanan Hafalan Terbaik) diraih Repa Nursamsi, Akrom (Akhlak dan Kedisiplinan) diraih Faiz Mubarok, Afshah (Kefasihan Tajwid) diraih Alifa Zahratun Nafisah dan Ajmal (Keindahan Lantunan Ayat) diraih oleh Sipa Napila. Sementara itu, untuk kategori Hifzul Mutun, penghargaan diberikan kepada santri yang meraih nominasi Al-Mutqin (Kekuatan Hafalan Matan Kitab) diraih oleh Halimatussa’diyah dan Afshah (Kefasihan Penjelasan/Pelafalan) diraih Alwa Amelia.

Puncak ketegangan dan rasa bangga beralih pada pengumuman anugerah wisudawan dan wisudawati terbaik tahun ini. Penghargaan bergengsi Wisudawan Terbaik berhasil diraih oleh Faiz Mubarok, santri berprestasi asal Kota Tasikmalaya. Sedangkan mahkota penghargaan Wisudawati Terbaik sukses disematkan kepada Agnia Rahmani Soibah, santriah berbakat asal Kabupaten Bandung. Kedua santri tersebut dinilai unggul tidak hanya dari kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas, kedisiplinan, dan kontribusi positif selama berada di pesantren.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan prosesi Muwadda’ah, yakni prosesi pamitan santri kepada para guru dan pengasuh. Momen ini menjadi sesi yang paling menyentuh hati. Lantunan shalawat dan doa yang dipanjatkan bersama-sama menciptakan suasana khidmat, di mana para santri bersimpuh memohon restu langsung kepada Kyai dan para asatidz agar ilmu yang mereka bawa pulang menjadi ilmu yang bermanfaat dan berkah.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan ditutup dengan doa bersama, menandai babak baru bagi para santri untuk melangkah mengamalkan ilmu yang telah disematkan di dada mereka. Pondok Pesantren Al-Muawanah Tasikmalaya terus berkomitmen untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam hafalan Qur’an serta kokoh dalam memegang khazanah kitab kuning sebagai warisan ulama salaf.

SMK Al-Muawwanah Sukses Gelar Prosesi Pelepasan dan Perpisahan Siswa Kelas XII

Penuh Haru dan Kebanggaan, SMK Al-Muawwanah Sukses Gelar Prosesi Pelepasan dan Perpisahan Siswa Kelas XII



TASIKMALAYA, 8 Juni 2026 – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Aula SMK Al-Muawwanah pada Senin (8/6). Lembaga pendidikan kejuruan tersebut sukses menggelar acara Pelepasan dan Perpisahan Siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026. Acara ini menjadi momentum sakral penanda kembalinya para siswa kepada orang tua setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun.

Acara yang dimulai sejak pagi hari ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Al-Muawwanah Tasikmalaya, Kepala Sekolah SMK Al-Muawwanah, jajaran komite sekolah, dewan guru, staf tata usaha, perwakilan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) mitra sekolah, serta seluruh orang tua atau wali murid kelas XII.

Mengusung tema kesiapan menghadapi masa depan, prosesi pelepasan ditandai dengan pengalungan medali secara simbolis dan penyerahan Ijazah kepada perwakilan siswa. Isak tangis haru tak membendung saat sesi sungkeman dan ucapan terima kasih berlangsung.

Momen emosional semakin terasa saat perwakilan siswa kelas XII AKL (Akuntansi dan Keuangan Lembaga), Sipa Napila, naik ke atas panggung untuk menyampaikan pesan, kesan, dan ucapan terima kasih. Sipa Napila, yang juga merupakan sosok berprestasi luar biasa sebagai Ketua Umum Ikatan Pengurus OSIS Tasikmalaya (IPOSISTAS) Kabupaten Tasikmalaya masa bakti 2025/2026, menyampaikan rasa syukurnya atas bimbingan yang luar biasa dari para guru.

"Terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak dan Ibu guru SMK Al-Muawwanah yang tidak pernah lelah mendidik kami, tidak hanya mentransfer ilmu kompetensi keahlian, tetapi juga membentuk karakter kami untuk siap memimpin di masyarakat. Sekolah ini telah memberikan ruang seluas-luasnya bagi saya dan rekan-rekan untuk bertumbuh, baik dalam akademik maupun organisasi di tingkat kabupaten," ungkap Sipa dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan riuh.

Ada yang berbeda pula pada gelaran pelepasan tahun ini. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras siswa, SMK Al-Muawwanah memberikan penghargaan khusus melalui berbagai nominasi prestisius. Penghargaan tersebut meliputi Nominasi PKL (Praktik Kerja Lapangan) Terbaik, Nominasi Ujikom (Ujian Kompetensi) Terbaik, serta Nominasi Siswa Terbaik di setiap program keahlian.

Para pemenang nominasi dipanggil ke atas panggung untuk menerima piala penghargaan khusus yang diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan, Kepala Sekolah dan Wakasek Kurikulum. Pemberian penghargaan ini menambah rasa bangga dari para orang tua yang hadir.

Dalam sambutannya, Kepala SMK Al-Muawwanah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras para siswa, khususnya mereka yang berhasil meraih predikat terbaik serta aktif mengharumkan nama sekolah di organisasi eksternal.

"Hari ini bukan akhir dari segalanya, melainkan gerbang awal bagi kalian untuk membuktikan diri di dunia nyata. Baik yang memilih langsung bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan ke perguruan tinggi, bawalah selalu karakter baik, kedisiplinan, dan keterampilan yang telah ditempa di SMK Al-Muawanah," ujarnya dengan penuh takzim.

Pihak sekolah juga melaporkan bahwa pada tahun kelulusan ini, beberpa siswa kelas XII SMK Al-Muawwanah sudah berhasil terserap di dunia kerja sebelum prosesi kelulusan digelar, berkat program kemitraan strategis dengan berbagai industri.

Acara perpisahan ini juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dari adik-adik kelas tingkat X dan XI, mulai dari tampilan group band, paduan suara, hingga persembahan musik akustik yang menambah kehangatan acara. Prosesi ditutup dengan doa bersama untuk kesuksesan para alumni di masa depan dan sesi foto bersama per kelas.

Dengan berakhirnya prosesi ini, SMK Al-Muawwanah kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang siap kerja, santun dalam berperilaku, unggul dalam prestasi, dan berjiwa kepemimpinan.

9 PAUD Se‑Desa Sukanagra Wisudakan 50 Anak

 9 PAUD Se‑Desa Sukanagra Wisudakan 50 Anak, 

Tampilkan Kreasi Seni dan Upacara Adat Sunda




TASIKMALAYA – Sebanyak 9 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se‑Desa Sukanagra menggelar acara pelepasan sekaligus wisuda bersama pada Ahad (14 Juni 2026). Kegiatan dilaksanakan di Kampung Babakan Kadu, Desa Sukanagra, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Sebanyak 50 anak didik resmi diwisuda setelah menamatkan jenjang pendidikan dini. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia, Muhamad Yunus, dihadiri camat, ketua Himpaudi, para pendidik, serta orang tua wisudawan‑wisudawati.

Rangkaian acara berlangsung meriah dan khidmat, menampilkan pertunjukan kreasi seni serta upacara adat Sunda sebagai kekayaan budaya setempat.

Camat Kecamatan Tanjungjaya, H. Usep Gunawan, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan:

“Teruskan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Bagi yang belum melanjutkan, segera laporkan kepada kami, akan kami tindaklanjuti agar setiap anak dapat melanjutkan sekolah.”

Sementara itu, Ketua Himpaudi Kecamatan Tanjungjaya, Yanda Acep Sirojul Bahrul Ulum, S.Sos., menyampaikan pesan khusus:

“Kepada 50 pemuda‑pemudi cilik ini, getarkan Desa Sukanagra dengan prestasi dan semangat yang membanggakan.”

Penyelenggara berharap kegiatan ini menjadi semangat awal bagi anak‑anak untuk terus menuntut ilmu sekaligus menjaga warisan budaya leluhur.



Minggu, 25 Mei 2025

LOGO - LOGO LEMBAGA

 LOGO - LOGO LEMBAGA DIBAWAH NAUNGAN

YAYASAN ALMUAWANAH TASIKMALAYA




Berikut logo-logo lembaga yang berada di bawah naungan 

Yayasan Al-Muawanah Tasikmalaya

Download via Google Drive


Jumat, 09 Agustus 2024

Sertijab Bendahara Umum Pesantren Al Muawanah

 


Kamis malam (8/8) di gelar serah terima jabatan (sertijab)  dari Bendahara Umum Demisioner Pesantren Al Muawanah Ust Mulyana S.PdI kepada Bendahara Umum Baru Ibu Elly Suprihatin dan Bendahara 1 Ibu Rohani. Berlangsung di Aula Pesantren mulai pukul 20.30 s.d. 21.30 WIB acara sederhana dan berjalan hidmat. Ketua  Yayasan Ust Salim Alijily dalam sambutannya menyampaikan.

Perubahan bendahara yang terjadi merupakan kebutuhan pengembangan, Ust. Mulyana di amanahi untuk jadi ketua pelaksana Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA)  Al Muawanah, agenda bendahara baru mengelola kesehatan keuangan, dapur umum dan laundry santri santriah. Selanjutnya Santri pondok harus jadi role model dari peserta didik Al Muawanah Ujar Salim,  sehingga pimpinan pesantren perlu menetapkan profile Santri Al Muawanah dengan jelas supaya jadi acuan assatidz/ah.

Penataan pesantren berikutnya melengkapi dewan kiayi di tingkat direktorat dan Dewan Riayah Pesantren untuk kedisiplinan santri lebih baik. Ust.  Iwan Ridwanudin,  S.PdI menyambut baik  dalam sambutannya perubahan dan penataan SDM pesantren dan menyampaikan terimakasih kepada bendahara lama dan memberikan selamat datang kepada bendahara yang baru serta berharap dapat bekerjasama baik. Acara di akhiri dengan Doa yg di pimpin ketua Dewan Kiayi Ust. Rahmat Sodikin,  S.PdI

Minggu, 04 Agustus 2024

Haul ke-6 Abah H. Ijli bin H. Sumanta

 



Pada Sabtu (3/8) di Komplek Pendidikan Pesantren Al Muawanah di Gelar acara peringatan Haul ke 6 Abah H. Ijli Bin H. Sumanta yang dihadiri ratusan jamaah baik  Guru, Assatidz,  Siswa-Santri Lembaga Al Muawanah dan  jamaah Yaumul ijtima dari 3 desa terdekat, Sukanagara, Sukasenang dan Cikeusal. 

Acara di hadiri oleh Camat Kecamatan Tanjungjaya bpk. Usep Gunawan, Ketua MWC  NU Tanjungjaya Ust. Ade Nuryaman, Ketua NU Ranting Desa Sukanagara Ust. Endang Sobandi, Ketua MUI Desa Sukanagara Ust. Tamim dan perwakilan Polsek Tanjungjaya, Tokoh Undangan dan Unsur Pemerintah Desa Sukanagara. 

Acara yang di meriahkan oleh Qosidah Rebana Group Hadroh  Santri Pesantren Al Muawanah dilanjutkan dengan kegiatan istiqosah yang di pimpin Ketua Ranting NU Sukanagara dan acara di akhir dengan pengajian kajian Muharram 1446 H yang disampaikan KH. Asep Marfu. 

Panitia dalam sambutannya yang disampaikan Ketua Yayasan Al Muawanah Tasikmalaya bpk. Salim Alijily, menyampaikan terimakasih kepada seluruh stakeholder yang sudah berkolaborasi dalam menyukseskan penyelengaran kegiatan dan selanjutnya bpk. Salim melaunching platfom fundrising digital http://almapeduli.com sebagai media pengumpulan donsi dan secara simbolis ketua alumni pesantren Ust. Abas Suryaningrat penyaluran danatur santunan yatim muharam kepada 13 yatim sekitar. 

Pengajian yaumul ijtima menjadi media pemersatu dan penjaga aqidah ahlusunnah waljamaah warga NU  khususnya warga kecamatan Tanjungjaya ujar Ust. Ade Nuryaman. Sementara bpk. Usep Gunawan dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara atas pengorbanannya, doa buat Almarhum almagfurlah, dan Yayasan Al Muawanah Tasikmalaya yang terus komitment mendidikan warga Tanjungjaya.


Minggu, 21 Juli 2024

Formulir Pendaftaran PKBM

Form Pendaftaran Online

PKBM Al-Muawanah

Download Formulir Pendaftaran  PKBM Al-Muawanah 2025

 



Jumat, 12 Juli 2024

MENGENAL WATAK ANAK

 

MENGENAL WATAK ANAK

 Oleh : Euis Rosita. M.Pd (Guru MIS Al-Muawanah)



Watak merupakan sifat, perilaku, dan karakter seseorang yang sudah ada sejak lahir, dan memengaruhi pikiran serta tingkah laku seseorang. Menurut Dr. Aisyah Dahlan, Watak tidak akan bisa berubah, hanya bisa dibentuk karakternya lewat ilmu-ilmu pengetahuan dan lingkungan sang anak berada. Faktor genetik akan menentukan dasar watak anak, sementara lingkungan akan membentuk watak anak menjadi lebih spesipik. Jadi lingkungan merupakan salah satu factor yang berpengaruh hebat terhadap pembentukan watak anak.

Watak yang ada pada seseorang menjadi ciri khas tersendiri yang membuatnya berbeda dari orang lain. Watak anak dapat diketahui melalui tanda-tanda yang sering mereka tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa tipe anak yang perlu dikenali, yang saya ambil dari Instagram @indonesiaedukasion.

Pertama plegmatis. Tipe anak ini pecinta kedamaian, tenang, diplomatis dan humoris. Mereka memiliki kelemahan yaitu dia suka menunda pekerjaan, tidak tegas, cari aman sendiri dan sedikit penakut. Anak tipe ini lebih suka dengan sentuhan fisik.

Tipe anak yang kedua yaitu sanguinis. Anak seperti ini sangat ramah, hangat, bersahabat dan selalu ceria. Kelemahan mereka yaitu tidak disiplin, ceroboh, emosinya labil da egosentris. Anak sanguinis lebih suka dengan kata-kata motivasi.

Koleris merupakan tipe ke-3. Anak ini suka memimpin tegas dan independent. Kelemahannya biasanya mereka pemarah, suka terburu-buru dan cuek. Anak koleris lebih suka dilayani.

Selanjutnya tipe melankolis. Anak melankolis memiliki watak perfeksionis, tekun, disiplin, rapi dan berbakat. Kelemahannya mereka suka murung, pendiam dan perasa. Mereka lebih suka dengan waktu yang berkualitas bersama dengan keluarga.

Dengan mengenali tipe watak anak ini, maka orangtua diharapkan dapat mengetahui kemauan dan mengarahkan mereka untuk lebih arif dalam mengambil kebijakan untuk masa depan mereka yang lebih baik. Juga dapat memilih lingkungan yang tepat dan nyaman untuk  mereka, baik lingkungan keluarga, sekolah atau masyarakat. Sehingga dengan watak positif, mereka dapat berkembang sesuai usianya dalam meraih cita-cita menjadi anak-anak shalih shalihah, yang akan menuntun orangtua ke Jannah-Nya.

Senin, 17 Juni 2024

HYMNE MI

 LIRIK HYMNE MI


Segala puji ku sembahkan

Ke haribaan Mu Ya Allah

Atas limpahan karunia-Mu

Yang tak terhitung nilainya

Engkau anugerahkan amanah pendidikan

Dalam mencerdaskan kehidupan bangsa

Madrasah Ibtidaiyah wahana pengembangan

Pendidikan Dasar

Menuju masyarakat beriman dan bertaqwa

Dan berakhlakul karimah

Jumat, 07 Juni 2024

KEWAJIBAN MENCARI ILMU

 MEMAHAMI KEWAJIBAN MENCARI ILMU

Oleh: KH. Jajang Suryana, S.Ag ( Pembina Yayasan Al-Muawanah Tasikmalaya )



بسم الله الرحمن الرحيم

Islam sangat menjunjung tinggi ilmu, mendorong setiap orang untuk mencari dan mempelajarinya bahkan mewajibkan. 


Berikut di antara ayat Al-Quran dan hadis terkait hal tersebut:
1.QS. Almujadalah(58):11

   ..يرفع الله الذين امنوا منكم والذين اوتوا العلم درجات...
"..Allah niscaya akan meninggikan orang-orang yang beriman dari kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.."

2. Hadis Nabi Muhammad SAW:

                                  طلب العلم فريضة على كل مسلم
"Mencari ilmu diwajibkan pada setiap muslim"(HR. Ibnu Majah)
      من خرج فى طلب العلم فهو فى سبيل الله حتى يرجع
""Siapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang"(HR.Attirmidzi).

Dan masih banyak dalam Al-Quran dan hadis Nabi terkait hal tersebut.
Apabila kita mencermati berbagai literatur yang ada, ulama tidak membedakan adanya ilmu agama atau umum, yang dibedakan adalah hukum dalam mempelajarinya. 

Imam Al-Ghazali terkait kewajiban mencari ilmu membagi kepada dua kategori; Fardu 'Ain dan Fardhu kifayah. 

Fardhu 'Ain adalah kewajiban yang melekat pada setiap orang dan Fardhu kifayah adalah kewajiban yang tidak dibebankan kepada setiap orang dalam arti ketika ada yang sudah melaksanakannya maka menjadi gugur untuk yang lainnya.

Ilmu yang mempelajarinya fardhu 'ain, menurut Syaikh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Mandhumatu Hidāyatul Azdkiyā' ilā Tharīqil Awliyā, ada 3 macam: 
ilmu yang menjadikan ibadah sah, ilmu yang menjadikan akidah sah, dan ilmu pembersih hati. 

Sementara yang termasuk fardhu kifayah yang di luar hal tersebut, seperti: ilmu kedokteran, astronomi, geografi dan yang semacamnya, lebih disesuaikan dengan keahlian seseorang  dalam ilmu-ilmu  tersebut untuk memberikan kontribusi kemaslahatan bagi kemajuan kehidupan.

Demikianlah sekilas tentang kewajiban dalam mencari ilmu, semoga memotivasi kita untuk terus semangat dalam mencari dan mengejarnya seraya bisa membedakan mana yang termasuk fardhu 'ain dan fardhu kifayah.  

Selanjutnya, tinggal bagaimana belajar ilmu yang termasuk fardhu 'ain tersebut, kepada guru-guru (baca:Ulama) yang benar-benar memiliki sanad keilmuan sampai Rasulullah SAW, supaya terhindar dari salah paham dan paham yang salah.

Wallahu a'lam bisshawāb Wal Hamdu lillāhi rabbil 'ālamīn.